Senin, 15 April 2013

When Approached #3


To: anin.dieta@live.com
Subjet: Re: lagi-lagi Ardhian?

Siapa Ardhian?
Ardhian Aruma Wicaksana, itu nama lengkapnya, mahasiswa Fakultas Hukum di kampus kita, angkatan 2007 yang lulus dengan IPK summa cumlaude. Hhehe, garing ya?

Ah, iya. Sudah 2 tahun ya ternyata, rasanya baru kemaren ya? Baru kemaren kamu mengingatkanku agar berhati-hati saat berkomunikasi intens dengannya. Kamu mengkhawatirkan hatiku yang mungkin saja bisa terbuai dengan gombalan-gombalannya, dan dengan diplomatisnya aku jawab: “tenang say, aku tak akan tergoda dengan rayuannya, ini hanya main-main saja.”

Dan sekarang, aku kalah. Seorang Anne Kusuma Anggarini telah kalah telak. Bahkan, rasanya dinding di ruang hatiku telah penuh dengan nama Ardhian Aruma Wicaksana. Sialnya, aku tak mampu menghapusnya untuk saat ini.

Uia, tadi pagi aku kena teguran GM-ku An, karena aku sering dateng telat. Parah. Ini bukan aku banget. Aku selalu berusaha on-time. Sepertinya ini gara-gara aku terlalu sering memikirkan Ardhian. Aku jadi sering banyak melamun. Tak sadar sudah jam berapa. Berangkat kerja asal-asalan.

Dan soal sikap Ardhian di FB dan twitter, aku juga sadar kok. Tapi, ya seperti katamu. Aku tak tau alasannya. Cuma dia kan yang tau.
Kamu tau? Bahkan dia pernah marah-marah ke aku saat aku nge-tag foto tentang kami. Sepertinya dia memang tidak mau temen-temen tau kedekatan kami. Dan justru ini yang membuat aku semakin bingung dan tersiksa. Aku nggak pernah tau apa yang ada di pikirannya. Dia menganggap hubungan kami itu seperti apa? Kalo pacaran, jelas dia tak mau. Tapi kalo hanya sekedar teman biasa? Aneh rasanya, kenapa dia nggak mau orang lain tau??? T_T


Baca:

Minggu, 14 April 2013

When Approached #1


Subjet: absurd

Hey, selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini
 *Gue nyayi, tapi dari hati ini, hhehe

Arrrggggghhhhhh, aku mulai gila sepertinya ini An. Akhir-akhir ini Ardian rajin banget nge-tweet. Dan aku nggak tahan buat nggak stalking, sesekali nge-reply juga tweet-nya. Dan yang pasti, rasaku ini semakin menjadi dan aku hanya bisa diam saja di sini, berdoa semoga Allah memberi jalan jika memang kami berjodoh.

Kok rasanya, aku jadi seperti Kugy di Perahu Kertas ya?
Aku berteman dan saling curhat, merasa dekat. Tapi tak mampu mengungkap, dan hanya bisa melihatnya dari jauh. Dan aku kadang merasa Ardian memang seperti Keenan. Mengerti aku, memahami aku, tapi yah..layaknya cerita yang dibuat oleh Dee.
Aku nggak bisa nerusin. Aku pengen nangis, aku cuma bisa menikmati semua khayalan gila ini.

Jangan bosen simak curhatanku ini ya An? Sesuai judul email ini, isinya pun absurd.


Baca:

When Approached #2