Jumat, 26 April 2013

Berita hari ini

Hari ini, Jumat 26 April 2013, semenjak bangun tidur, otakku dipenuhi dengan kabar meninggalnya salah satu ustadz (yang juga artis) di negeri ini. Ustadz Jefri Al-Bukhori, atau yang biasa disapa dengan Uje. Aku belum pernah bertemu dengannya secara langsung, hanya melihatnya dari layar televisi atau dari internet. Beberapa waktu setelah aku lulus dari kampus, ada acara pengajian dengan beliau sebagai pembicaranya, tapi jelas aku tak bisa ikut hadir, aku sudah kembali ke kota asalku.

Berita kematian Uje cukup menggemparkan negeri ini. Apa pun kekurangannya, lupakan. Yang perlu diingat, masyarakat negeri ini, mayoritas sepakat, beliau adalah seorang ustadz muda yang cukup baik.  Perjalanan hidupnya cukup menginspirasi banyak orang, karena dulu (katanya) beliau pernah terperosok dalam dunia kelamnya artis (narkoba dan sebagainya) lalu bertobat dan menjadi dai. Subhanalloh. Negeri ini berkabung nasional. Tampak dari penuhnya berita tentang kematian beliau yang benar-benar memenuhi media, baik televisi, koran dan social media. Banyak yang tak percaya Uje meninggal secepat itu. Kematian memang rahasia Allah yang pasti terjadi.

Dan yang sangat mengagumkan, begitu banyak jama’ah yang ikut men-shalatkan jenazah Uje.

Jenazah Uje menuju Masjid Istiqlal untuk dishalatkan
Tentu pemandangan ini sangat menarik, Uje dishalatkan di Masjid Istiqlal, Masjid resmi milik negara yang biasanya digunakan untuk acara ibadah kenegaraan (jama'ah para pejabat pemerintah) dan sangat jarang (bahkan mungkin tak pernah) digunakan untuk menyalati jenazah, dengan ratusan bahkan mungkin ribuan jama’ah. Subhanalloh.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa anaknya telah meninggal di kawasan Qudaid atau ‘Asfan. Maka ia pun berkata, “Wahai Kuraib (budak beliau), lihatlah berapa orang yang telah berkumpul untuk menyalatkannya.” Kuraib berkata, “Maka aku pun keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuknya. Lalu aku memberitahukannya kepada Ibnu Abbas.” Dia bertanya, “Apakah jumlah mereka telah mencapai empat puluh orang?” Kuraib menjawab, “Ya.” Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Keluarkanlah mayatnya, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ

‘Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, dan dishalatkan oleh empat puluh orang, yang mana mereka semua ini tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan memberikan syafaat mereka kepadnya.” [HR. Muslim no. 948]

Dari Aisyah radhiallahu anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidak ada satupun mayat yang dishalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah mencapai seratus orang, dan semuanya mendo’akannya, kecuali do’a mereka untuknya akan dikabulkan.” [HR. Muslim no. 947]
#via Status Nasehat (fanpage di Facebook)

Melihat keadaan Uje dan membaca hadist di atas.
Termenung dan terhenyak, bagaimana keadaan diri ini saat giliran ajal menghampiriku? Akankah banyak orang yang mau men-shalatkan jenazahku?

Astaghfirullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar